Translate

Selasa, 25 Februari 2014

Ibu yang Cantik



Ibu  yang Cantik
Tersenyum ramah menyapa anaknya
Sabar dan tegar mendidik anaknya

Ibu yang Cantik
Selalu menjadi peraduan
Semua senang, sedih  diterima dengan untaian senyum yang menenangkan

Ibu yang Cantik
Keindahannya tidak pernah luntur
Walau usia selalu bertambah
Selalu terpancar dari setiap simpul bibir dan wajah yang mempesona

Ibu yang Cantik
Berkorban seutuhnya demi masa depan anak
Tanpa peduli terbalas atau tidak

Karena Beliau Ibu yang Cantik
Tak bosan mengajarkan kebaikan buat anak
Bekal menyongsong dunia dan akhirat



Kamis, 23 Januari 2014

Banjir Ibukota


Miris sekali melihat ketika Ibukota Negara Indonesia terkena amuk banjir. Beberapa kawasan di Jakarta seakan tak berdaya melawan arus banjir yang menenggelamkan rumah mereka, harta benda rusak, hanyut dan ada yang sampai memakan korban jiwa. Ujan deras yang berujung banjir telah berlangsung seminggu lebih, mulai dari minggu, 12 Januari 2013 hingga sekarang. Aku yang tinggal di daerah Cakung Barat ikut terkena imbasnya. Aku emang tinggal di Lantai 2, kos-kosan si 'Umi'. Kebetulan seminggu yang lalu Umi pergi ke Surabaya mengunjungi Anak Perempuannya yang sekolah di pesantren. Waktu banjir mulai masuk kami anak kos'an kalang kabut. Bagai Anak ayam ditinggal Induknya kami linglung apa yang harus diperbuat. barang" umi yang ada di lantai kami angkat ke meja, lemari - kemana saja asal jauh dari jangkauan banjir. Untungnya daerah kami cepat surutnya, selepas banjir surut alhasil lantai rumah penuh dengan lumpur. Takut rumah kosan jadi sarang penyakit, kami langsung membersihkannya. Begitu terus berulang" jika banjir datang.
Tak terbayang bagaimana penderitaan korban banjir yang rumahnya tenggelam beberapa hari dan tidur di pengungsian. Banjir yang begitu cepat datang dan pergi di daerah kos ku saja sudah sangat menyiksa.Bagaimana dengan mereka?
Apa penyebab banjir teman?
Jawaban simpelnya adalah ketika resapan air sudah semakin kecil dimana taman-taman kota telah dibangun gedung-gedung sehingga tidak dapat menampung air hujan yang turun, dan saluran air sudah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Semoga musibah yang melanda kita, jakarta dan daerah indonesia lainnya menjadikan kita lebih peduli lingkungan. Dari kita untuk kita. Mulai dari hal kecil, sadar diri untuk tidak buang sampah. Jangan sedikit-dikit menyalahkan kinerja pemerintah yang tidak memperhatikan kita. Dari Sekolah Dasar saja kita sudah diajari, Buang la Sampah Pada Tempatnya. Sikap/kebiasaan yang baik mudah-mudahan akan mendatangkan bala yang baik pula...